
SOPPENG. Jejakrealita.com.,- Suasana berbeda terlihat di lingkungan SD Negeri 210 Sanrangeng pada Rabu (8/4/2026). Dalam rangka memperingati Hari Jadi Soppeng (HJS) ke-765, para guru di sekolah tersebut tampil mengenakan pakaian adat Bugis sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus memeriahkan perayaan hari bersejarah bagi masyarakat Soppeng.
Penggunaan busana adat itu menghadirkan nuansa khas budaya di lingkungan sekolah. Ragam pakaian tradisional yang dikenakan para tenaga pendidik tidak hanya memperindah suasana, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk lebih mengenal identitas budaya daerahnya.
Kepala SD Negeri 210 Sanrangeng, Hj. Muliyati, menjelaskan bahwa partisipasi sekolah dalam memeriahkan HJS merupakan bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada para peserta didik sejak dini.
Menurutnya, momentum peringatan hari jadi daerah tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai budaya di lingkungan pendidikan.
Ia menambahkan, melalui contoh yang diberikan para guru, diharapkan siswa dapat lebih mengenal dan merasa bangga terhadap warisan budaya yang dimiliki daerahnya.
Kegiatan tersebut juga diiringi dengan proses pembelajaran yang mengangkat tema kearifan lokal, sehingga siswa tidak hanya melihat simbol budaya melalui busana adat, tetapi juga memahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh warga sekolah, SD Negeri 210 Sanrangeng berupaya menjadikan momentum Hari Jadi Soppeng ke-765 sebagai sarana memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
0 Komentar