SOPPENG — Prestasi Andi Jo Karim Mappatunru yang berhasil menembus Grand Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Ekonomi mendapat apresiasi dari Pimpinan Cabang BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi.
Menjelang keberangkatannya ke Jawa Timur, Andi Jo mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan Rahmatulloh di Kantor BRI Soppeng, Jumat (11/9/2026).
Siswa SMA Negeri 1 Soppeng tersebut hadir bersama Kepala UPT SMA Negeri 1 Soppeng, Naharuddin S.Pd., M.Pd., serta orangtuanya. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Andi Jo untuk mendapatkan tambahan perspektif mengenai ekonomi dari praktisi perbankan.
Rahmatulloh mengaku memberikan perhatian khusus terhadap capaian Andi Jo karena keberhasilannya menjadi wakil Sulawesi Selatan di Grand Final OSN bidang Ekonomi merupakan pencapaian yang membanggakan.
Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan bahwa siswa dari daerah memiliki kemampuan untuk berkompetisi dan bersaing dengan pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Luar biasa karena ada siswa yang mencapai grand final Olimpiade Sains Nasional (OSN), apalagi bidang ekonomi,” kata Rahmatulloh.
Tidak sekadar memberikan apresiasi, Rahmatulloh juga menawarkan diri untuk menjadi mentor bagi Andi Jo. Ia membuka kesempatan bagi siswa tersebut untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan ekonomi, baik sebelum maupun setelah mengikuti kompetisi nasional.
Bagi Andi Jo, perhatian dari BRI Soppeng menjadi tambahan motivasi dalam menghadapi Grand Final OSN.
Ia mengaku tidak menyangka persiapannya menuju kompetisi tingkat nasional mendapat perhatian dari pihak perbankan.
“Jujur saya kaget juga. Saya tidak menyangka persiapan saya untuk OSN mendapat perhatian dari BRI. Saya tambah semangat,” ujarnya.
Andi Jo menegaskan akan berusaha tampil maksimal pada Grand Final yang akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.
“Saya akan berusaha dengan maksimal dan memberikan hasil yang terbaik. Mohon doa dan dukungannya. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik di Grand Final nanti dan membawa nama Soppeng serta Sulawesi Selatan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Tidak Hanya Belajar Ekonomi dari Buku
Dalam diskusi tersebut, Rahmatulloh mengarahkan Andi Jo untuk melihat ekonomi dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, pemahaman ekonomi sebaiknya tidak berhenti pada teori dan materi yang dipelajari untuk kebutuhan perlombaan.
Ia mendorong Andi Jo untuk memahami bagaimana konsep ekonomi berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat, khususnya sektor usaha kecil dan masyarakat yang bekerja di sektor produktif.
Rahmatulloh menilai persoalan ekonomi kerakyatan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian generasi muda.
“Negara kita kaya, tapi petani kita miskin, UMKM kita berjalan lambat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kesenjangan sosial serta belum optimalnya perputaran ekonomi yang dirasakan sebagian pelaku usaha rakyat. Padahal, sektor UMKM dan masyarakat produktif memiliki posisi penting dalam menopang aktivitas perekonomian.
Karena itu, ia berharap Andi Jo kelak mampu menggunakan pengetahuan ekonominya bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga untuk memahami dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Rahmatulloh, generasi muda perlu memiliki keberanian untuk memikirkan model pembangunan ekonomi yang lebih memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Inspirasi dari Perjalanan Tokoh Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Rahmatulloh juga berbagi kisah mengenai perjalanan hidupnya.
Ia menceritakan bahwa dirinya merupakan anak seorang guru dan sejak kecil terbiasa membaca berbagai buku, termasuk karya-karya filsafat.
Pengalaman masa kecilnya juga diwarnai dengan kunjungan ke sejumlah tempat yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan hidup tokoh nasional, antara lain Lafran Pane, Armin Pane, Buya Hamka dan Kyai Agus Salim.
Dari perjalanan tersebut, ia mendapatkan pelajaran bahwa banyak tokoh besar Indonesia justru lahir dan tumbuh dari lingkungan yang sederhana.
“Ternyata banyak tokoh nasional berasal dari kampung kecil,” katanya.
Pesan tersebut kemudian menjadi relevan dengan perjalanan Andi Jo. Dari Soppeng, ia berhasil melewati berbagai tahapan seleksi hingga mencapai babak puncak OSN bidang Ekonomi tingkat nasional.
Andi Jo tercatat sebagai satu-satunya wakil Sulawesi Selatan yang melaju ke Grand Final pada bidang tersebut.
Sekolah Apresiasi Dukungan Dunia Usaha
Kepala UPT SMA Negeri 1 Soppeng, Naharuddin S.Pd., M.Pd., menyambut positif perhatian yang diberikan BRI Soppeng kepada siswanya.
Menurutnya, dukungan dari dunia usaha dapat memberikan dorongan psikologis sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan.
“Bagi kami, perhatian seperti ini sangat berarti. Ketika dunia usaha ikut memberi perhatian kepada siswa berprestasi, anak-anak merasa bahwa perjuangan mereka di sekolah juga dihargai oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menilai tawaran mentoring dari Pinca BRI Soppeng juga menjadi nilai tambah karena Andi Jo memperoleh kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan praktisi yang memiliki pengalaman di bidang ekonomi.
Naharuddin berharap kolaborasi semacam itu dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di Soppeng.
“Sekolah tentu punya peran dalam membina siswa, tetapi dukungan dari keluarga, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat juga sangat penting. Semakin banyak pihak yang peduli terhadap talenta anak-anak kita, semakin besar pula ruang bagi mereka untuk berkembang,” katanya.
Kini, Andi Jo bersiap meninggalkan Soppeng menuju Jawa Timur untuk menghadapi babak penentuan OSN 2026 bidang Ekonomi.
Selain membawa nama sekolah dan keluarga, ia juga membawa nama Soppeng dan Sulawesi Selatan di ajang nasional tersebut.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan menjadi tambahan energi bagi Andi Jo untuk menghadapi kompetisi sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan akademiknya ke depan.
0 Komentar